Rabu, 16 Juni 2010

Hidup dengan atau tanpa diabetes?

DIABETES, penyakit yang sudah memasyarakat. Tak mengherankan mengingat pola hidup kita yang makin berantakan, serta kurangnya
pengetahuan mengenai diabetes. Pola makan yang tak seimbang & tak pernah berolahraga, merupakan penyebab diabetes yang paling umum. Tak pernah berolahraga dengan dalih
’tak-sempat- karena-sibuk’, atau terlalu banyak makan makanan manis, fast food, tanpa diimbangi dengan sayur dan buah-buahan dengan alasan ’tak-suka-makan-sayur’, sebetulnya hanyalah alasan saja, bukan? Lantas yang dikambing-hitamkan: sibuk, capek, bahkan makanan favorit seperti cokelat atau hamburger pun ikut disebut-sebut.

Padahal, seharusnya kita tidak lupa untuk memprioritaskan kesehatan sebagai yang utama. Sejauh ini, saya sedang menulis tentang gambaran umum penderita diabetes tipe 2, tipe yang paling sering ditemui. Lalu, yang kurang beruntung adalah penderita diabetes tipe 1, karena konon, tipe yg ini sangat sulit disembuhkan. Orang dengan tipe ini, sering kali disebut org yg hidup dengan diabetes. Diabetes tipe kedua pun sama berbahayanya jika dibiarkan saja tanpa ada tindak lanjut dari si penderita. Bahkan beberapa ahli mengatakan dapat menyebabkan kematian mendadak. Sekarang sudah marak sekali obat-obatan yang ditawarkan di pasar untuk menyembuhkan diabetes.

Tapi, masalahnya adalah benarkah
diabetes dapat disembuhkan oleh obat? Mengapa kebanyakan orang yg terkena diabetes dan mengkonsumsi obat-obatan, tak kunjung sembuh, dan mungkin akan menyebabkan kerusakan pada organ lain seperti ginjal dan hati? Atau bahkan diabetes sembuh, tapi kolestrol meningkat? Hal tersebut adalah efek samping obat yang dikonsumsi. Hal ini juga mungkin karena tidak semua obat menyembuhkan langsung ke akarnya, tidak langsung memperbaiki sel yang rusak, alias tidak menggunakan metode holistik.

Ada juga yang sudah melakukan diet ketat tetapi tidak berhasil juga. Semua makanan yang kita konsumsi, jika sudah masuk ke dalam tubuh, akan masuk ke dalam satu siklus dari antara 2 siklus, yaitu siklus Krebs dan siklus bernama Cori. Jika makanan masuk ke siklus krebs, maka makanan akan diolah menjadi energy dan diolah menjadi zat-zat menguntungkan lainnya, tetapi utuk dapat masuk ke siklus ini, dibutuhkan vitamin-vitamin(B1,B2,B3,B5), oksigen, dan alpha lipoic acid. Dan, bila tidak masuk ke siklus krebs, maka akan masuk ke siklus Cori dan akan menghasilkan sederet penyakit seperti stress, high-cholestrol, obesitas, diabetes, dan lain-lain. Sedikit referensi sebelum Anda membeli obat, sebaiknya anda pastikan bahwa obat tersebut mengandung vitamin yang sangat lengkap (dalam 1 obat saja) dan sebaiknya mengandung nutrisi yang tinggi untuk sel (cell nourishment).

Berolahraga serutin mungkin sangat baik bagi kesehatan. Tapi jangan diforsir.. Alternatif olahraga lain selain fitness (jika Anda malas), Anda dapat mencoba yoga, taichi atau mungkin kelas tari, dll. Pengobatan tradisional seperti menggunakan jamu, atau merebus daun, belum tentu berhasil pada setiap penderita karena kondisi penyakit yg berbeda-beda meskipun tipe diabetesnya sama. Sedangkan mengkonsumsi vitamin secara berlebihan dapat menyebabkan radikal bebas. Lagipula, vitamin yang kurang bermutu akan sulit untuk diserap tubuh dan lebih banyak dikeluarkan melalui proses eksresi.

Seorang dokter terkenal berkebangsaan Amerika bernama Bernard Jensen, yang terkenal dengan julukan ‘Father of holistic health’ memiliki sebuah filosofi yaitu: best doctor is our body and best medicine is our food. Semasa hidupnya, dokter Jensen pernah divonis kanker prostate, tetapi mengingat Ia seorang dokter yang hebat dan berpikiran panjang, Ia tidak menjalani operasi apalagi kemoterapi, padahal stadium kankernya sudah lumayan parah. Berkat penerapan filosofinya, ia selalu mengkonsumsi
makanan yang bergizi dan juga beliau meminum beberapa food suplemen, ia berhasil sembuh! Pada usianya yang ke 90, ia telah meninggal tanpa ada suatu penyakit apapun, melainkan karena usia tua. Dan saat dilakukan penelitian terhadap kulitnya, sungguh hal yang luar biasa karena kulitnya sangat sehat seperti orang berusia 25 tahun! Saya rasa filosofi ini pun dapat diterapkan oleh Anda, karena salah 1 kunci terpenting memerangi diabetes adalah dengan makanan, meski repot dan menyusahkan, bila Anda sungguh-sungguh berjuang melawan diabetes, syukur-syukur Anda bisa hidup tanpa diabetes!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Ada kesalahan di dalam gadget ini

LATEST NEWS