Jumat, 18 Juni 2010

Jaguar Naikkan Target Penjualan 100 Persen


Pasar mobil premium tengah bergairah di Indonesia tahun ini. Tak cuma importir umum, salah satu agen pemegang merek (APM) pun berani memboyong masuk sebuah dengan harga miliaran rupiah. Seperti dilakukan merek mobil asal Inggris, Jaguar, mereka berani meningkatkan target penjualan tahun ini hingga 100 persen menjadi 70 unit dari realisasi 2009 yang cuma 35 unit.

Untuk mencapai target tersebut, PT Granauto Dinamika (GD) selaku APM Jaguar di Indonesia mengandalkan dua model. Pertama, XF bermodalkan mesin 3.000 cc yang mempunyai dua varian, masing-masing Luxury seharga Rp 1,25 miliar dan Premium Luxury Rp 1,35 miliar. Kedua, All New XJ (5.000 cc) yang baru diluncurkan hari ini dengan harga Rp 2,85 miliar (semua harga on the road Jakarta).

"Untuk model XF, kami targetkan terjual 50 unit pada tahun ini. Sementara itu, untuk XJ ditargetkan 20 unit hingga akhir tahun," ujar Darwin Maspolim, Chief Operating Officer (COO) GD, di sela-sela peluncuran Jaguar XJ di Jakarta, hari ini.

Darwin menambahkan, karakteristik konsumen di Indonesia memang unik, khususnya yang bermain di segmen mobil premium. Dari seluruh produk Jaguar yang ada, yang terlaris justru model yang dibekali spesifikasi tertinggi dari kelasnya. Mobil premium dijadikan semacam simbol kebanggan seseorang mencapai keberhasilan dalam hidup.

"Misalnya untuk model XJ yang baru dliluncurkan hari ini, produk itu sudah terpesan 10 unit atau setengah dari target yang kita tetapkan tahun ini. Ini kan luar biasa," papar Darwin.

PPnBM

Terkait rencana kenaikan batas atas pajak penjualan barang mewah (PPnBM) dari maksimal 75 persen menjadi 200 persen tahun ini, Darwin menanggapinya secara dingin. Dia menilai, kenaikan pajak pasti akan memiliki dampak cukup besar terhadap harga jual mobil.

Namun, lanjutnya, segmen premium yang menjadi fokus bisnis Jaguar tak akan banyak berpengaruh. "Meski harga naik, saya rasa penjualan tak banyak berpengaruh karena orang-orang di level kemapanan hidup seperti ini sudah bukan harga yang dipikirkan, melainkan prestise," tutup Darwin.

Sumber:kompas.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Ada kesalahan di dalam gadget ini

LATEST NEWS